SERIAL
TEKNIK PENULISAN ILMIAH : PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Tri Nugroho Adi
PENDAHULUAN
Jika sudah
mengetahui buku-buku dan teks apa saja yang akan digunakan sebagai sumber
data atau rujukan, penulis sudah dapat menyusun sebuah daftar
pustaka. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir sebuah tulisan
ilmiah. Daftar pustaka merupakan rujukan penulis selama ia melakukan dan
menyusun penelitian atau laporannya. Semua bahan rujukan yang digunakan
penulis, baik sebagai bahan penunjang maupun sebagai data, disusun dalam
daftar pustaka tersebut.
2. FUNGSI DAFTAR PUSTAKA
Fungsi daftar
pustaka adalah sebagai berikut:
1) Membantu pembaca
mengenal ruang lingkup studi penulis,
2) Memberi informasi
kepada pembaca untuk memperooleh pengetahuan yang lebih lengkap dan
mendalam daripada kutipan yang digunakan oleh penulis, dan
3) Membantu pembaca
memilih referensi dan materi dasar untuk studinya.
Daftar pustaka dapat
disusun dengan berbagai format. Ada tiga format yang akan diuraikan dalam
modul ini, yakni format MLA (The Modern Language Association) dan
format APA (American Psychological Association) serta format Indonesia.
Kedua format itu adalah format yang umum ditemukan dalam bidang ilmu
humaniora. Akan tetapi, sebenarnya, ada berbagai format daftar pustaka
yang berlaku di selingkung bidang ilmu. Misalnya, format daftar pustaka untuk
bidang ilmu biologi, kedokteran, hukum, dan lain-lain.
3. TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Teknik penulisan
daftar pustaka adalah sebagai berkikut:
a.
Baris pertama dimulai pada pias (margin)
sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke
dalam.
b.
Jarak antarbaris adalah 1,5 spasi.
c.
Daftar Pustaka diurut berdasarkan abjad huruf
pertama nama keluarga penulis ( nama belakang ).
d.
Jika penulis yang sama menulis beberapa karya
ilmiah yang dikutip, nama penulis itu harus dicantumkan ulang.
Unsur yang harus
dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1) nama penulis yang
diawali dengan penulisan nama keluarga,
2) tahun terbitan karya
ilmiah yang bersangkutan,
3) judul karya ilmiah
dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kali kecuali untuk
kata sambung dan kata depan, dan
4) data publikasi
berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.
Meskipun setiap
bidang ilmu mempunyai format daftar pustakanya masing-masing, keempat
unsur daftar pustaka wajib dicantumkan dalam daftar pustaka. Tata letaknya
saja yang akan mengikuti formatnya. Oleh karena itu, pelajarilah format
dari bidang ilmu yang sedang ditekuni.
Di bawah ini akan
dipaparkan beberapa cara menulis daftar pustaka versi Indonesia.
4 . Kalau Sumbernya
Jurnal
Penulisan jurnal
sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan: nama belakang penulis, nama depan
penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel
(ditulis di antara tanda petik), judul jurnal dengan huruf
miring/ digarisbawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arabdan
digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan
(jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara tanda kurung, nomor
halaman dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir
tanpa didahului singkatan “pp” atau “h”.
Contoh:
Barrett-Lennard,
G.T. (1983) “The Empathy Cycle: Refinement of A Nuclear Concept”.Journal
of Counseling Psychology. 28, (2), 91-100.
b. Kalau Sumbernya
Buku
Kalau sumbernya
tertulisnya berupa nuku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama
belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitan, judul
buku digarisbawahi, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa
buku ditulis dengan memperhatikan keragaman berikut.
1) Jika buku ditulis
oleh seorang saja:
Poole, M.E. (1976). Social
Class and Language Utilization at the Tertiary Level. Brisbane:
Unversity of Queensland.
2) Jika buku ditulis
oleh dua atau tiga orang maka semua nama ditulis.
Dunkin, M.J. dan
Biddle, B.J. (1974). The Study of Teaching. New York:
Holt Rinehart and Winston
Lyon, B., Rowen,
H.H. and Homerow, T.S. (1969). A History of the Western World. Chicago:
Rand Mc Nally.
3) Jika buku ditulis
oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al. (dicetak miring
atau digarisbawahi):
Ghiseli, E. et al.
(1981). Measurement Theory for The Behavioral Sciences.
San Francisco: W.H. Freeman and Co.
4) Jika penulis sebagai
penyunting:
Philip, H.W.S. dan
Simpson, G.L. (Eds) (1976). Australia in the World of
Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National
Commission.
5) Jika sumber itu
merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan banyak orang:
Pujianto. (1984). “Etika Sosial dalam Sistem Nilkai Bangsa Indonesia”, dalam Dialog
Manusia, Falsafah,
Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.
6) Jika buku itu berupa
edisi:
Gabriel, J. (1970). Children
Growing Up: Development of Children’ Personality (third ed.). London:
University of London Press.
c. Kalau sumbernya
di luar Jurnal dan buku
1) Berupa skripsi,
tesis, atau disertasi
Soelaeman, M.I.
(1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap
Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah.
Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
2) Berupa publikasi
Departemen
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk Pelaksanaan
Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.
3) Berupa dokumen
Proyek Pengembangan
Pendidikan Guru. (1983). Laporan Penilaian Proyek pengembangan
Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
4) Berupa Makalah:
Kartadinata, S.
(1989). “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian
Psikologis”. Makalah apda Konvensi 7 IPBI, Denpasar.
5) Berupa surat
kabar
Sanusi, A. (1986).
“Menyimak Mutu Pendidikan denga Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan
Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif.” Pikiran Rakyat (8
September 1986).
d. Kalau sumbernya
dari Internet
1) Bila karya
perorangan
Cara penulisannya
ialah:
Pengarang/penyunting.
(Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet.
[tanggal diakses]
Contoh:
Thomson, A. (1998). The
Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.hotml
[30 Maret 2000]
2) Bila bagian dari
karya kolektif
Cara penulisannya:
Pengarang/penyunting.
(Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media].
Penerbit. Tersedia:
alamat di internet. [tanggal diakses[
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The
History of Western Music In Britanica online:
Macropedia [Online]. Tersedia:http://www.eb.com:180/cgibin/g:DocF=macro/5004/45/0.html [28
Maret 2000]
3) Bila artikel
dalam jurnal
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun).
Judul. Nama Jurnal [Jenis Media], volume (terbitan),
halaman. Tersedia:
alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Supriadi, D. (1999).
Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent
Initiatives dalam Educational Policy Analysis Archives [Online],
vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http:/ /epaa.asu.edu /epaa/v7n7.
html[17 Maret 2000]
4) Bila artikel
dalam majalah
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun,
tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume, jumlah
halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Goodstein, C. (1991,
September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64.
tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/
Article 08A [13 Juni
1995]
5) Bila ertikel di
surat kabar
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun,
tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media], jumlah halaman.
Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27
April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi
Reformasi Bisa
Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. tersedia:http://www.%5Bpikiran-rakyat.com.%5B9 Maret 2000]
6) Bila pesan dari
E-mail
Cara penulisannya:
Pengirim (alamat
e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. Mail kepada
penerima [alamat e-mail penerima]
Contoh:
Mustafa, Bachrudin
(Mustafa@indo.net.id). (2000, 25 April). Bab Laporan penelitian. E-mail
kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).
Sebagai bahan
perbandingan berikut adalah cara penulisan daftar pustaka dengan
format MLA dan APA.
|
Jenis Rujukan
|
Format MLA
|
Format APA
|
|
Satu Penulis
|
Sukadji, Soertarlinah.Menyusun
dan MengevaluasiLaporan Penelitian. Jakarta: UIPress, 2000
|
Sukadji, Soertarlinah.( 2000).Menyusun
dan MengevaluasiLaporan Penelitian. Jakarta: UI Press
|
|
Dua Penulis
|
Widyamartaya, Al., danVeronica
Sudiati. Dasar-dasarMenulis Karya Ilmiah. Jakarta:Penertbit
PT Gramedia
Widiasarana Indonesia, 1997.
|
Widyamartaya, Al., danVeronica
Sudiati. (1997).Dasar-dasarMenulis Karya Ilmiah.Jakarta:Penertbit PT
Gramedia
Widiasarana Indonesia.
|
|
Tiga Penulis
|
Akhaidah, Sabarti, Maidar G.Arsjad
dan Sakura H. Ridwan.Pembinaan KemampuanMenulis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Penerbit Erlangga,
1989.
|
Akhaidah, Sabarti, Maidar G.Arsjad
dan Sakura H. Ridwan. (1989). Pembinaan Kemampuan Menulis
Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
|
|
Lebih dari tigapenulis
|
Alwi, Hasan, et al. Tata
BahasaBaku Bahasa Indonesia.Jakarta: DepertemenPendidikan dan Kebudayaan,
1993.
ATAU
Alwi, Hasan, dkk. Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, 1993.
|
Alwi,Hasan., et al. (1993) .Tata
Bahasa Baku BahasaIndonesiaJakarta :Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan .
ATAU
Alwi, H., dkk. (1993).Tata Bahasa
Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
|
|
Lebih dari satuedisi
|
Gibaldi, Joseph. MLA
Handbookfor Writers of ResearchPapers. Ed. ke-5. New York: The
Modern Language Associaton of America, 1999.Sugono, Dendy.Berbahasa Indonesia
dengan Benar. Ed. Rev. Jakarta: Puspa Swara, 2002.
|
Gibaldi, J. (1999).MLAHandbook
for Writers ofResearch Papers. ( Ed. ke-5 ). New York : The
Modren Language Association of America.Sugono, D. (2002).Berbahasa Indonesia
dengan Benar. (Ed. Rev.). Jakarta : Puspa Swara
|
|
Penulisdenganbeberapa buku
|
Keraf, Gorys. Komposisi:Sebuah
Pengantar Kemahiran Bahasa.Ende, Flores: Penerbit Nusa
Indah, 1997.— Argumentasi dan Narasi.
Jakarta: Penerbit Gramedia
Pustaka Utama, 1982.
ATAU
Keraf, Gorys. Argumentasi
dan Narasi. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka
Utama, 1982.
—. Komposisi: Sebuah Pengantar
Kemahiran Bahasa. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah, 1997.
|
Keraf, G. ( 1982 ).Argumentasi
dan Narasi.Jakarta: Penrbit GramediaPustaka Utama.
Keraf, G. ( 1982 ).Argumentasi dan
Narasi. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Keraf, G. ( 1997 ).Komposisi: Sebuah
Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende, Flores: PenerbitNusa Indah.
|
|
Penulis tidakdiketahui/lembaga
|
Fakultas Matematika dan
IlmuPengetahuan Alam UniversitasIndonesia. Panduan
Teknis Penyusunan Skripsi Sarjana Sains. Jakarta: UI Press,
2002.
|
Fakultas Matematika dan
IlmuPengetahuan Alam UniversitasIndonesia. (2002).PanduanTeknis Penyusunan
Skripsi Sarjana Sains. Jakarta: UI Press.
|
|
Bukuterjemahan
|
Creswell, John W.ResearchDesign:
Qualitative andQuantitative Approaches. Terj. Angkatan III dan IV KIK-UI
belerja sama dengan Nur Khabibah, Eds. Chryshnanda DL dan Bambang
Hastobroto. Jakarta: KIK Press, 2002.ATAU
DL, Chryshnanda dan
Bambang Hastobroto. Eds.Desain Penelitian:
Pendekatan Kualitataif dan Kuantitatif terj. Dr. John
Creswell. Jakarta: KIK Press, 2002.
|
Creswell, J W. (2002).Research
Design: Qualitativeand Quantitative Approaches.(Terj. Angkatan III dan IV
KIKUI bekerja sama dengan Nur Khabibah). Eds. Chryshnanda DL dan Bambang
Hastobroto. Jakarta: KIK Press.
ATAU
Creswell, J. W. (2002). Research
Design: Qualitative and Quantitative Approaches. (Terj.
Angkatan III dan IV KIKUI bekerja sama dengan Nur Khabibah). Jakarta: KIK
Press.
|
|
Buku denganpenyunting/editor
|
Ihromi, T.O.,peny.PokokpokokAntropologi
Budaya.Jakarta: PT Gramedia, 1981.ATAU
Ihromi, T.O.,ed. Pokok-pokok Antropologi
Budaya. Jakarta: PT Gramedia, 1981.
|
Ihromi, T.O.,(peny).
(1981).Pokok-pokok AntropologiBudaya. Jakarta: PT Gramedia.ATAU
Ihromi, T.O.,(ed). (1981). Pokok-pokok
Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia.
|
|
Serial/ Berjilid
|
Sadie, Stanley, ed. The
NewGrove Dictionary of Music andMusicians. Vol. 15.
London: Macmillan, 1980.ATAU
Sadie, Stanley, ed. The
New
Grove Dictionary of Music
and Musicians. Vol. 15. London: Macmillan,
1980.
|
Sadie, S. (ed.). (1980) TheNew
Grove Dictionary of Musicand Musicians. Vol. 15. London: Macmillan,
1980ATAU
Sadie, S. (ed.). (1980) The New
Grove Dictionary of Music and Musicians. (Vol. 15, hlm.
3-66). London: Macmillan, 1980
|
|
Jurnal
|
Molnar, Andrea.“Kemajemukan Budaya
Flores:Suatu Pendahuluan.” Antropologi Indonesia 56 (1998):
13-19.
|
Molnar, A. (1998).Kemajemukan
Budaya Flores:Suatu Pendahuluan. Antropologi Indonesia 56,
13- 19.
|
|
Majalah
|
Asa, Syu’bah. “PKS: ‘SayapUlama’
dan ‘Sayap Idealis’.“Tempo, 5-11 Juli 2004, 38-39. Syifaa, Ika
Nurul. “Klub Profesi, Perlukah Dimasuki?” Femina, No. 30,
22-28 Juli 2004, 54-55.
|
Asa, Syu’bah. (2004, 5-11
Juli).PKS: ‘Sayap Ulama’ dan ‘SayapIdealis’. Tempo, 38-39.Syifaa,
I. N. (2004, 22-28 Juli). Klub Profesi, Perlukah Dimasuki? Femina,
No. 30, 54-
55.
|
|
Surat kabar
|
Suwantono, Antonius.“Keanekaan
Hayati Mikroorganisme:Menghargai Mikroba Bangsa.” Kompas. 24
Des. 1995, 11.“Potret Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam
Impor Komponen dan Disortasi
Pasar.” Kompas, 23
Des. 1995, 13.
“Menyambut Terbentuknya Badan
Pengurus Kemitraan Deklarasi Bali.” Tajuk Rencana (editorial). Kompas,
22 Des. 1995, 4.
|
Suwantono, A. KeanekaanHayati
Mikro-organisme:Menghargai Mikroba Bangsa. (1995, Desember) Kompas,
11.Potret Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor
Komponen dan Disortasi
Pasar. (1995, Desember 23).Kompas, 13.
Menyambut Terbentuknya Badan
Pengurus Kemitraan Deklarasi Bali. Tajuk Rencana (editorial).
(1995, 22 Desember). Kompas, 4.
|
|
DokumenPemerintah
|
Biro Pusat Statistik.StrukturOngkos
Usaha Tani Padi danPalawija 1990. Jakarta: BPS,1993.
|
Biro Pusat Statistik. (1993).Struktur
Ongkos Usaha TaniPadi dan Palawija 1990.Jakarta: BPS.
|
|
Naskah yangbelumditerbitkan
|
Ibrahim, M.D., P.Tjitropranoto,
dan Y. Slameka.“National Network of Information Services
in Indonesia: A Design Study.” Makalah tidak
diterbitkan, 1993.Budiman, Meilani. “The Relevance of
Multiculturalism to Indonesia”. Makalah pada Seminar Sehari
tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan
Australia, Universitas Indonesia, Depok, Maret 1996.
|
Ibrahim, M.D., TjitropranotoP.,
dan Slameka Y. (1993).National Network of Information Services
in Indonesia: A Design Study. Makalah tidak
diterbitkan. Budiman, M. (1996, Maret). The Relevance
of Multiculturalism to Indonesia. Makalah pada Seminar
Sehari tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan
Australia, Universitas Indonesia, Depok.
|
Sumber :
Hargiyarto,Putut.
2012. RAGAM BAHASA INDONESIA, TATA TULIS DAFTAR PUSTAKA
DAN KUTIPAN .
Dalamhttp://staff.uny.ac.id/system/files/pendidikan/Drs.%20Putut%20Hargiyarto,%20M.Pd./RAGAM%20BAHASA,%20TATA%20TULIS%20DAN%20KUTIPAN.pdf.
(Download 18 September 2013)
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka
ditempatkan pada bagian akhir karangan dan ditulis pada halaman tersendiri.
Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama penulis ( alfabetis) dan
tidak menggunakan nomor urut. Ketentuan penulisannya sebagai berikut.
Unsur yang harus
dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1) nama penulis yang
diawali dengan penulisan nama keluarga (nama belakang),
2) tahun terbitan
karya ilmiah yang bersangkutan,
3) judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk awal
kata kecuali untuk kata sambung dan kata depan, dan
4) data publikasi
berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.
A. Buku
1) Jika penulisnya satu
orang, penulisan nama belakang penulisnya ( jika terdiri dari atas dua kata
atau lebih) dipindahkan ke depan. Misalnya, Yogi Yogaswara menjadi Yogaswara,
Yogi.
Contoh :
Yogaswara, Yogi.
2000. Teknik Menulis Cerita Anak.
Bandung: CV Aneka.
2) Jika penulisnya dua
atau tiga orang, nama penulis pertama ditulis terbalik, sedangkan yang lainnya
tetap.
Contoh :
Warsidi, Edi dan
Eriyanti Budiman. 1999. Teknik Menulis
Naskah Film untuk
Anak-Anak.Bandung: Kartasis.
3) Jika penulisnya lebih
dari tiga orang, hanya satu orang yang dituliskan, kemudian ditambah keterangan
dkk. ( dan kawan-kawan).
Sugono, Dendy dkk.
2003. Kamus Bahasa Indonesia Sekolah
Dasar. Jakarta:
Gramedia.
4) Jika beberapa buku
dari penulis yang sama kita rujuk, urutan daftar pustaka tidak mengulang nama
penulisnya. Pada urutan kedua dan selanjutnya, nama penulis diganti dengan
garis delapan ketukan.
Contoh:
Ismail, Taufiq (ed)
dkk. 2002. Horison Sastra Indonesia 1,
Kitab Puisi. Jakarta:
Horison & The Ford Foundation.
________. 2002. Horison Sastra Indonesia 2:, Kitab Cerpen.
Jakarta: Horison &
The Ford Foundation.
5) Jika tahun terbit
tidak dicantumkan, tahun terbitnya diganti dengan tulisan tanpa tahun (tt).
Contoh :
Maulana, Dodi.
tanpa tahun. Beternak Unggas.
Bandung: CV Permata.
B. Surat Kabar
1) Jika berupa berita,
urutannya yaitu nama koran (dicetak miring) dan penanggalan.
Contoh:
Kompas (harian). Jakarta, 20 Februari
2005.
Kedaulatan Rakyat (harian). Yogyakarta,
15 Maret 2005.
2) Jika berupa artikel
urutannya yaitu nama penulis (seperti pada buku), tahun terbit, judul artikel
(diapit tanda petik dua), nama koran (dicetak miring), tanggal terbit dan nomor
halaman.
Contoh:
Saptaatmaja, Tom S.
2005. “Imlek, Momentum untuk
Rekonsiliasi”. Koran Tempo, 12 Maret 2005 hlm.6.
3) Jika sumber dari Koran
atau majalah tanpa pengarang dituliskan sebagai berikut (1) judul ditulis di
bagian awal, (2) tahun, tanggal dan bulan ditulis setelah judul, (3) nama Koran
ditulis dengan garis bawah atau huruf miring, (4) nomor halaman ditulis
terakhir.
Contoh:
Menyiasati Krisis
Listrik Musim Kering. 13 November 2001. Jawa
Pos, hlm.6.
C. Majalah
Sama dengan surat kabar,
tetapi di belakang nama majalah ditambahkan nomor edisi.
Contoh:
Kleden, Ignas. 2005. “Politik Perubahan Tanpa Perubahan
Politik.” Tempo No. 50
Edisi XXXIII.
D. Lembaran Kerja
dari Lembaga Tertentu
Contoh:
Departemen Pendidikan
Nasional. 2003. Kurikulum 2004: Standar
Kompetensi Mata
Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Atas dan
Madrasah
Ibtidaiyah. Jakarta.
Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa.1990. Pedoman Surat
Dinas. Jakarta:
P3B.
E. Makalah yang
tidak diterbitkan
Setelah kota tempat
penulisan, tidak terdapat nama penerbit.
Contoh:
Sulaeman.1985. Suatu
Pendekatan Fenomenologis Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan
Sekolah. Desertasi Doktor FPS, IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
F. Sumber dari Dokumen Resmi Pemerintah yang
Diterbitkan oleh Suatu Penerbit tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga
Judul atau nama dokumen
ditulis di bagian awal dengan garis bawah, diikuti tahun penerbitan dokumen,
kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh:
Undang-undang Republik Indonesia No.2 Th.1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
1990. Jakarta : PT Armas Duta Jaya.
G. Sumber Berupa
Karya Terjemahan
Seperti menulis sumber
dari buku, hanya saja setelah judul
ditambahkan nama penerjemah, tahun terjemahan.
Contoh:
Ary,D., L.C. Jacobs, dan
A. Razavieh. 1980. Pengantar Penelitian Pendidikan.
Terjemahan oleh Arief
Furchan, 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
H. Sumber Berupa
Skripsi, Tesis, atau Disertasi
Seperti menulis
sumber dari buku, setelah judul diikuti pernyataan Skripsi, Tesis atau
Disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama
fakultas serta nama perguruan tinggi.
Contoh:
Pangaribuan, Tagor. 1992.
Perkembangan Kompetensi Kewacanaan
Pembelajaran
Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi tidak
diterbitkan. Malang: Program
Pascasarjana IKIP
Malang.
I. Sumber Berupa Makalah
yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
Nama penyusun ditulis
paling depan, dilanjutkan dengan tahun penyajian, judul makalah, kemudian
diikiuti pernyataan makalah disajikan dalam……, nama pertemuan, lembaga
penyelenggara, tempat dan tanggal penyelenggaraan.
Contoh:
Huda, N.1991. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam
Lokakarya
Penelitian tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang
Angkatan XIV, Pusat
penelitian IKIP Malang, Malang, 15 Januari 1991.
J. Rujukan dari
Internet Berupa Karya Individual
Nama penulis ditulis
seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturu-turut oleh judul karya
tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan
diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan
diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Hitchcocks, S. 1996. A. Survey of STM Online Journals, 1990-95:
The Calm Before
1996).
K. Rujukan dari
Internet Berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis ditulis
seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun,
judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam
kurung (online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan
tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
Contoh:
Kumaidi. 1998. Pengukuran
Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya.
Diakses 20 Januari
2000).
L. Rujukan dari
Internet Berupa Bahan Diskusi
Nama rujukan ditulis
seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal,
bulan, tahun, topic bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan
dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan
tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Wilson, D. 20 November
1995. Summary of Citing Internet Sites.
NETTRAIN
Discussion List (online), ( NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu,
diakses 22
November 1995).
M. Rujukan dari
Internet Berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung
(alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan,
tahun, topic isi bahan ( dicetak miring), nama yang dikirim disertai keterangan
dalam kurung ( alamat e-mail yang dikirim).
Contoh:
Rujukan:
Eriyanti, Ribut W dkk. 2010. Pendalaman
Materi Bahasa Indonesia. Malang: Panitia
Sertifikasi.
Penulisan Daftar
Pustaka yang Tepat Adalah…
1. Judul buku Terampil
Berbahasa Indonesia 4, Pengarang J.D. Parera dan S. Amran Tasai, Penerbit Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, tahun 1996.
2. Judul buku Kiat Sukses Menjadi Pembicara, Pengarang Sandra
Alves, Penerbit Prestasi Pustakakarya, tahun 2007 di Jakarta.
3. Judul buku Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia, Pengarang
Abdul Hadi Somad, Aminudin, dan Yudi Irawan, tahun 2008 di Jakarta.
4. Judul buku Terampil Berbahasa Indonesia, Pengarang Gunawan Budi
Santoso, Wendi Widya, dan Uti Darmawati, Penerbit Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, tahun 2008 di Jakarta.
5. Judul buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA, Pengarang Euis
Sulastri, Sukardi, Sri Utami dan Rumadi, Penerbit Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, tahun 2008 di Jakarta.
6. Judul buku Puisi Baru, pengarang Sutan Takdir Alisjahbana,
Penerbit Dian Rakyat tahun 2004 di Jakarta.
7. Judul buku Strategies for Guiding Contens Reading Pengarang S.J.
Crawley dan Mountain L., Penerbit Allyn and Bacon tahun 1995 di Boston.
8. Judul buku Materi Bahasa Indonesia SMA, Pengarang Arief Budi
Wurianto, Sri Wahyuni, Iwan Setiawan,
dan Dyah werdiningsih, Penerbit Gramedia tahun 2010 di Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar