Jumat, 25 Desember 2015

SERIAL TEKNIK PENULISAN ILMIAH : PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

SERIAL TEKNIK PENULISAN ILMIAH : PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Tri Nugroho Adi
PENDAHULUAN
Jika sudah mengetahui buku-buku dan teks apa saja yang akan digunakan sebagai sumber data atau rujukan, penulis sudah dapat menyusun sebuah daftar pustaka. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir sebuah tulisan ilmiah. Daftar pustaka merupakan rujukan penulis selama ia melakukan dan menyusun penelitian atau laporannya. Semua bahan rujukan yang digunakan penulis, baik sebagai bahan penunjang maupun sebagai data, disusun dalam daftar pustaka tersebut.
2. FUNGSI DAFTAR PUSTAKA
Fungsi daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1)    Membantu pembaca mengenal ruang lingkup studi penulis,
2)    Memberi informasi kepada pembaca untuk memperooleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kutipan yang digunakan oleh penulis, dan
3)    Membantu pembaca memilih referensi dan materi dasar untuk studinya.
Daftar pustaka dapat disusun dengan berbagai format. Ada tiga format yang akan diuraikan dalam modul ini, yakni format MLA (The Modern Language Association) dan format APA (American Psychological Association) serta format Indonesia. Kedua format itu adalah format yang umum ditemukan dalam bidang ilmu humaniora. Akan tetapi, sebenarnya, ada berbagai format daftar pustaka yang berlaku di selingkung bidang ilmu. Misalnya, format daftar pustaka untuk bidang ilmu biologi, kedokteran, hukum, dan lain-lain.
3. TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Teknik penulisan daftar pustaka adalah sebagai berkikut:
a.    Baris pertama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam.
b.    Jarak antarbaris adalah 1,5 spasi.
c.    Daftar Pustaka diurut berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis ( nama belakang ).
d.    Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip, nama penulis itu harus dicantumkan ulang.
Unsur yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1)    nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga,
2)    tahun terbitan karya ilmiah yang bersangkutan,
3)    judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kali kecuali untuk kata sambung dan kata depan, dan
4)    data publikasi berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.
Meskipun setiap bidang ilmu mempunyai format daftar pustakanya masing-masing, keempat unsur daftar pustaka wajib dicantumkan dalam daftar pustaka. Tata letaknya saja yang akan mengikuti formatnya. Oleh karena itu, pelajarilah format dari bidang ilmu yang sedang ditekuni.
Di bawah ini akan dipaparkan beberapa cara menulis daftar pustaka versi Indonesia.
4 . Kalau Sumbernya Jurnal
Penulisan jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/ digarisbawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arabdan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara tanda kurung, nomor halaman dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkatan “pp” atau “h”.
Contoh:
Barrett-Lennard, G.T. (1983) “The Empathy Cycle: Refinement of A Nuclear Concept”.Journal of Counseling Psychology. 28, (2), 91-100.
b. Kalau Sumbernya Buku
Kalau sumbernya tertulisnya berupa nuku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitan, judul buku digarisbawahi, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa buku ditulis dengan memperhatikan keragaman berikut.
1)    Jika buku ditulis oleh seorang saja:
Poole, M.E. (1976). Social Class and Language Utilization at the Tertiary Level. Brisbane: Unversity of Queensland.
2)    Jika buku ditulis oleh dua atau tiga orang maka semua nama ditulis.
Dunkin, M.J. dan Biddle, B.J. (1974). The Study of Teaching. New York: Holt Rinehart and Winston
Lyon, B., Rowen, H.H. and Homerow, T.S. (1969). A History of the Western World. Chicago: Rand Mc Nally.
3)    Jika buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al. (dicetak miring atau digarisbawahi):
Ghiseli, E. et al. (1981). Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco: W.H. Freeman and Co.
4)    Jika penulis sebagai penyunting:
Philip, H.W.S. dan Simpson, G.L. (Eds) (1976). Australia in the World of Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commission.
5)    Jika sumber itu merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan banyak orang: Pujianto. (1984). “Etika Sosial dalam Sistem Nilkai Bangsa Indonesia”, dalam Dialog
Manusia, Falsafah, Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.
6)    Jika buku itu berupa edisi:
Gabriel, J. (1970). Children Growing Up: Development of Children’ Personality (third ed.). London: University of London Press.
c. Kalau sumbernya di luar Jurnal dan buku
1) Berupa skripsi, tesis, atau disertasi
Soelaeman, M.I. (1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
2) Berupa publikasi Departemen
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.
3) Berupa dokumen
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan Penilaian Proyek pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
4) Berupa Makalah:
Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis”. Makalah apda Konvensi 7 IPBI, Denpasar.
5) Berupa surat kabar
Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikan denga Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif.” Pikiran Rakyat (8 September 1986).
d. Kalau sumbernya dari Internet
1) Bila karya perorangan
Cara penulisannya ialah:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.hotml
[30 Maret 2000]
2) Bila bagian dari karya kolektif
Cara penulisannya:
Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media].
Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses[
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music In Britanica online:
Macropedia [Online]. Tersedia:http://www.eb.com:180/cgibin/g:DocF=macro/5004/45/0.html [28 Maret 2000]
3) Bila artikel dalam jurnal
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis Media], volume (terbitan),
halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent Initiatives dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http:/ /epaa.asu.edu /epaa/v7n7. html[17 Maret 2000]
4) Bila artikel dalam majalah
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64. tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/
Article 08A [13 Juni 1995]
5) Bila ertikel di surat kabar
Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi
Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. tersedia:http://www.%5Bpikiran-rakyat.com.%5B9 Maret 2000]
6) Bila pesan dari E-mail
Cara penulisannya:
Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. Mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]
Contoh:
Mustafa, Bachrudin (Mustafa@indo.net.id). (2000, 25 April). Bab Laporan penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).
Sebagai bahan perbandingan berikut adalah cara penulisan daftar pustaka dengan format MLA dan APA.
Jenis Rujukan
Format MLA
Format APA
Satu Penulis
Sukadji, Soertarlinah.Menyusun dan MengevaluasiLaporan Penelitian. Jakarta: UIPress, 2000
Sukadji, Soertarlinah.( 2000).Menyusun dan MengevaluasiLaporan Penelitian. Jakarta: UI Press
Dua Penulis
Widyamartaya, Al., danVeronica Sudiati. Dasar-dasarMenulis Karya Ilmiah. Jakarta:Penertbit PT Gramedia
Widiasarana Indonesia, 1997.
Widyamartaya, Al., danVeronica Sudiati. (1997).Dasar-dasarMenulis Karya Ilmiah.Jakarta:Penertbit PT Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Tiga Penulis
Akhaidah, Sabarti, Maidar G.Arsjad dan Sakura H. Ridwan.Pembinaan KemampuanMenulis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Penerbit Erlangga,
1989.
Akhaidah, Sabarti, Maidar G.Arsjad dan Sakura H. Ridwan. (1989). Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Lebih dari tigapenulis
Alwi, Hasan, et al. Tata BahasaBaku Bahasa Indonesia.Jakarta: DepertemenPendidikan dan Kebudayaan,
1993.
ATAU
Alwi, Hasan, dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993.
Alwi,Hasan., et al. (1993) .Tata Bahasa Baku BahasaIndonesiaJakarta :Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan .
ATAU
Alwi, H., dkk. (1993).Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Lebih dari satuedisi
Gibaldi, Joseph. MLA Handbookfor Writers of ResearchPapers. Ed. ke-5. New York: The Modern Language Associaton of America, 1999.Sugono, Dendy.Berbahasa Indonesia dengan Benar. Ed. Rev. Jakarta: Puspa Swara, 2002.
Gibaldi, J. (1999).MLAHandbook for Writers ofResearch Papers. ( Ed. ke-5 ). New York : The Modren Language Association of America.Sugono, D. (2002).Berbahasa Indonesia dengan Benar. (Ed. Rev.). Jakarta : Puspa Swara
Penulisdenganbeberapa buku
Keraf, Gorys. Komposisi:Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa.Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah, 1997.— Argumentasi dan Narasi.
Jakarta: Penerbit Gramedia
Pustaka Utama, 1982.
ATAU
Keraf, Gorys. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 1982.
—. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah, 1997.
Keraf, G. ( 1982 ).Argumentasi dan Narasi.Jakarta: Penrbit GramediaPustaka Utama.
Keraf, G. ( 1982 ).Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Keraf, G. ( 1997 ).Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende, Flores: PenerbitNusa Indah.
Penulis tidakdiketahui/lembaga
Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam UniversitasIndonesia. Panduan Teknis Penyusunan Skripsi Sarjana Sains. Jakarta: UI Press, 2002.
Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam UniversitasIndonesia. (2002).PanduanTeknis Penyusunan Skripsi Sarjana Sains. Jakarta: UI Press.
Bukuterjemahan
Creswell, John W.ResearchDesign: Qualitative andQuantitative Approaches. Terj. Angkatan III dan IV KIK-UI belerja sama dengan Nur Khabibah, Eds. Chryshnanda DL dan Bambang Hastobroto. Jakarta: KIK Press, 2002.ATAU
DL, Chryshnanda dan Bambang Hastobroto. Eds.Desain Penelitian: Pendekatan Kualitataif dan Kuantitatif terj. Dr. John Creswell. Jakarta: KIK Press, 2002.
Creswell, J W. (2002).Research Design: Qualitativeand Quantitative Approaches.(Terj. Angkatan III dan IV KIKUI bekerja sama dengan Nur Khabibah). Eds. Chryshnanda DL dan Bambang Hastobroto. Jakarta: KIK Press.
ATAU
Creswell, J. W. (2002). Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. (Terj. Angkatan III dan IV KIKUI bekerja sama dengan Nur Khabibah). Jakarta: KIK Press.
Buku denganpenyunting/editor
Ihromi, T.O.,peny.PokokpokokAntropologi Budaya.Jakarta: PT Gramedia, 1981.ATAU
Ihromi, T.O.,ed. Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia, 1981.
Ihromi, T.O.,(peny). (1981).Pokok-pokok AntropologiBudaya. Jakarta: PT Gramedia.ATAU
Ihromi, T.O.,(ed). (1981). Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia.
Serial/ Berjilid
Sadie, Stanley, ed. The NewGrove Dictionary of Music andMusicians. Vol. 15. London: Macmillan, 1980.ATAU
Sadie, Stanley, ed. The New
Grove Dictionary of Music and Musicians. Vol. 15. London: Macmillan, 1980.
Sadie, S. (ed.). (1980) TheNew Grove Dictionary of Musicand Musicians. Vol. 15. London: Macmillan, 1980ATAU
Sadie, S. (ed.). (1980) The New Grove Dictionary of Music and Musicians. (Vol. 15, hlm.
3-66). London: Macmillan, 1980
Jurnal
Molnar, Andrea.“Kemajemukan Budaya Flores:Suatu Pendahuluan.” Antropologi Indonesia 56 (1998): 13-19.
Molnar, A. (1998).Kemajemukan Budaya Flores:Suatu Pendahuluan. Antropologi Indonesia 56, 13- 19.
Majalah
Asa, Syu’bah. “PKS: ‘SayapUlama’ dan ‘Sayap Idealis’.“Tempo, 5-11 Juli 2004, 38-39. Syifaa, Ika Nurul. “Klub Profesi, Perlukah Dimasuki?” Femina, No. 30, 22-28 Juli 2004, 54-55.
Asa, Syu’bah. (2004, 5-11 Juli).PKS: ‘Sayap Ulama’ dan ‘SayapIdealis’. Tempo, 38-39.Syifaa, I. N. (2004, 22-28 Juli). Klub Profesi, Perlukah Dimasuki? Femina, No. 30, 54-
55.
Surat kabar
Suwantono, Antonius.“Keanekaan Hayati Mikroorganisme:Menghargai Mikroba Bangsa.” Kompas. 24 Des. 1995, 11.“Potret Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor Komponen dan Disortasi
Pasar.” Kompas, 23 Des. 1995, 13.
“Menyambut Terbentuknya Badan Pengurus Kemitraan Deklarasi Bali.” Tajuk Rencana (editorial). Kompas, 22 Des. 1995, 4.
Suwantono, A. KeanekaanHayati Mikro-organisme:Menghargai Mikroba Bangsa. (1995, Desember) Kompas, 11.Potret Industri Nasional: Tak Berdaya Dihantam Impor
Komponen dan Disortasi Pasar. (1995, Desember 23).Kompas, 13.
Menyambut Terbentuknya Badan Pengurus Kemitraan Deklarasi Bali. Tajuk Rencana (editorial). (1995, 22 Desember). Kompas, 4.
DokumenPemerintah
Biro Pusat Statistik.StrukturOngkos Usaha Tani Padi danPalawija 1990. Jakarta: BPS,1993.
Biro Pusat Statistik. (1993).Struktur Ongkos Usaha TaniPadi dan Palawija 1990.Jakarta: BPS.
Naskah yangbelumditerbitkan
Ibrahim, M.D., P.Tjitropranoto, dan Y. Slameka.“National Network of Information Services in Indonesia: A Design Study.” Makalah tidak diterbitkan, 1993.Budiman, Meilani. “The Relevance of Multiculturalism to Indonesia”. Makalah pada Seminar Sehari tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan Australia, Universitas Indonesia, Depok, Maret 1996.
Ibrahim, M.D., TjitropranotoP., dan Slameka Y. (1993).National Network of Information Services in Indonesia: A Design Study. Makalah tidak diterbitkan. Budiman, M. (1996, Maret). The Relevance of Multiculturalism to Indonesia. Makalah pada Seminar Sehari tentang Multikulturalisme di Inggris, Amerika, dan Australia, Universitas Indonesia, Depok.
Sumber :
Hargiyarto,Putut. 2012. RAGAM BAHASA INDONESIA, TATA TULIS DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka ditempatkan pada bagian akhir karangan dan ditulis pada halaman tersendiri. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama penulis ( alfabetis) dan tidak menggunakan nomor urut. Ketentuan penulisannya sebagai berikut.
Unsur yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1) nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga (nama belakang),
2) tahun terbitan karya ilmiah yang bersangkutan,
3) judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk awal kata kecuali untuk kata sambung dan kata depan, dan
4) data publikasi berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.


A. Buku
     1) Jika penulisnya satu orang, penulisan nama belakang penulisnya ( jika terdiri dari atas dua kata atau lebih) dipindahkan ke depan. Misalnya, Yogi Yogaswara menjadi Yogaswara, Yogi.

           Contoh :
           Yogaswara, Yogi. 2000. Teknik Menulis Cerita Anak. Bandung: CV Aneka.

     2) Jika penulisnya dua atau tiga orang, nama penulis pertama ditulis terbalik, sedangkan yang lainnya tetap.

           Contoh :
           Warsidi, Edi dan Eriyanti Budiman. 1999. Teknik Menulis Naskah Film untuk  
                 Anak-Anak.Bandung: Kartasis.

     3) Jika penulisnya lebih dari tiga orang, hanya satu orang yang dituliskan, kemudian ditambah keterangan dkk. ( dan kawan-kawan).

           Sugono, Dendy dkk. 2003. Kamus Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jakarta:
                Gramedia.

     4) Jika beberapa buku dari penulis yang sama kita rujuk, urutan daftar pustaka tidak mengulang nama penulisnya. Pada urutan kedua dan selanjutnya, nama penulis diganti dengan garis delapan ketukan.

           Contoh:
           Ismail, Taufiq (ed) dkk. 2002. Horison Sastra Indonesia 1, Kitab Puisi. Jakarta:
                Horison & The Ford Foundation.
           ________. 2002. Horison Sastra Indonesia 2:, Kitab Cerpen. Jakarta: Horison &
                The Ford Foundation.

     5) Jika tahun terbit tidak dicantumkan, tahun terbitnya diganti dengan tulisan tanpa tahun (tt).
          
           Contoh :
           Maulana, Dodi. tanpa tahun. Beternak Unggas. Bandung: CV Permata.

B. Surat Kabar
     1) Jika berupa berita, urutannya yaitu nama koran (dicetak miring) dan penanggalan.

           Contoh:
           Kompas (harian). Jakarta, 20 Februari 2005.
           Kedaulatan Rakyat (harian). Yogyakarta, 15 Maret 2005.

     2) Jika berupa artikel urutannya yaitu nama penulis (seperti pada buku), tahun terbit, judul artikel (diapit tanda petik dua), nama koran (dicetak miring), tanggal terbit dan nomor halaman.

           Contoh:
           Saptaatmaja, Tom S. 2005. “Imlek, Momentum untuk  
                  Rekonsiliasi”. Koran  Tempo, 12 Maret 2005 hlm.6.
    
     3) Jika sumber dari Koran atau majalah tanpa pengarang dituliskan sebagai berikut (1) judul ditulis di bagian awal, (2) tahun, tanggal dan bulan ditulis setelah judul, (3) nama Koran ditulis dengan garis bawah atau huruf miring, (4) nomor halaman ditulis terakhir.

           Contoh:
           Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. 13 November 2001. Jawa Pos, hlm.6.

C. Majalah
     Sama dengan surat kabar, tetapi di belakang nama majalah ditambahkan nomor edisi.
    
           Contoh:
           Kleden, Ignas. 2005. “Politik Perubahan Tanpa Perubahan Politik.” Tempo No. 50
           Edisi  XXXIII.
            
D. Lembaran Kerja dari Lembaga Tertentu
     Contoh:
     Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata
            Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Atas dan Madrasah 
             Ibtidaiyah. Jakarta.
     Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1990. Pedoman Surat Dinas. Jakarta:
            P3B.
      
E. Makalah yang tidak diterbitkan
     Setelah kota tempat penulisan, tidak terdapat nama penerbit.

     Contoh:
Sulaeman.1985. Suatu Pendekatan Fenomenologis Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Desertasi Doktor FPS, IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
          
F. Sumber dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga
     Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan garis bawah, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.

     Contoh:
     Undang-undang Republik Indonesia No.2 Th.1989 tentang Sistem Pendidikan
           Nasional. 1990. Jakarta : PT Armas Duta Jaya.

G. Sumber Berupa Karya Terjemahan
     Seperti menulis sumber dari buku, hanya saja setelah judul  ditambahkan nama penerjemah, tahun terjemahan.

     Contoh:
     Ary,D., L.C. Jacobs, dan A. Razavieh. 1980. Pengantar Penelitian Pendidikan.
            Terjemahan oleh Arief Furchan, 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

H. Sumber Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
      Seperti menulis sumber dari buku,  setelah judul  diikuti pernyataan Skripsi, Tesis atau Disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi.

     Contoh:
     Pangaribuan, Tagor. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajaran
            Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program
            Pascasarjana IKIP Malang.
               
I. Sumber Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
     Nama penyusun ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun penyajian, judul makalah, kemudian diikiuti pernyataan makalah disajikan dalam……, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat dan tanggal penyelenggaraan.

     Contoh:
     Huda, N.1991. Penulisan Laporan Penelitian untuk  Jurnal. Makalah disajikan dalam
            Lokakarya Penelitian tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang
            Angkatan XIV, Pusat penelitian IKIP Malang, Malang, 15 Januari 1991.

J. Rujukan dari Internet Berupa Karya Individual
     Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturu-turut oleh judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

     Contoh:
     Hitchcocks, S. 1996. A. Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm Before
            The Storm, (online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey.html, diakses 12 Juni
            1996).

K. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
      Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.

     Contoh:
     Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya.
            Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang. ac.id,
            Diakses 20 Januari 2000).
           



L. Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi
     Nama rujukan ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topic bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

     Contoh:
     Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN
            Discussion List (online), ( NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22
            November 1995).


M. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi
     Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topic isi bahan ( dicetak miring), nama yang dikirim disertai keterangan dalam kurung ( alamat e-mail yang dikirim).

     Contoh:
     Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP.E-mail
         Kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id).


Rujukan:

Eriyanti, Ribut W dkk. 2010. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia. Malang: Panitia
         Sertifikasi.



Penulisan Daftar Pustaka yang Tepat Adalah…

1. Judul buku Terampil Berbahasa Indonesia 4, Pengarang J.D. Parera dan S. Amran Tasai, Penerbit Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, tahun 1996.
2. Judul buku Kiat Sukses Menjadi Pembicara, Pengarang Sandra Alves, Penerbit Prestasi Pustakakarya, tahun 2007 di Jakarta.
3. Judul buku Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia, Pengarang Abdul Hadi Somad, Aminudin, dan Yudi Irawan, tahun 2008 di Jakarta.
4. Judul buku Terampil Berbahasa Indonesia, Pengarang Gunawan Budi Santoso, Wendi Widya, dan Uti Darmawati, Penerbit Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, tahun 2008 di Jakarta.
5. Judul buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA, Pengarang Euis Sulastri, Sukardi, Sri Utami dan Rumadi, Penerbit Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, tahun 2008 di Jakarta.
6. Judul buku Puisi Baru, pengarang Sutan Takdir Alisjahbana, Penerbit Dian Rakyat tahun 2004 di Jakarta.
7. Judul buku Strategies for Guiding Contens Reading Pengarang S.J. Crawley dan Mountain L., Penerbit Allyn and Bacon tahun 1995 di Boston.

8. Judul buku Materi Bahasa Indonesia SMA, Pengarang Arief Budi Wurianto, Sri Wahyuni, Iwan Setiawan, dan Dyah werdiningsih, Penerbit Gramedia tahun 2010 di Jakarta.